Google+ www.dadangjsn.blogspot.com Admin haturkan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya pada segenap Siswa-siswi, rekan-rekan Guru / Pendidik, Sahabat maupun Pengunjung secara umum lainnya. Kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan situs ini ke depan. Semoga semakin bermanfaat... Salam Edukasi...!

DOWNLOAD INSTALLER APLIKASI E-RAPOR SMA & E-RAPOR SMK KURIKULUM 2013 SERTA PETUNJUK MANUAL DIREKTORAT PEMBINAAN DIKMEN

Dalam penggunaan hak akses oleh Administrator (seseorang yang ditunjuk oleh satuan pendidik yang mengolah semua data e-Rapor) untuk jenjang pendidikan SMA maupun SMK pengguna aplikasi Dapodikmen 2014. Administrator di sini boleh lebih dari satu orang sesuai dengan kebutuhan.

Hak akses pada e-Rapor di sini, guru hanya bisa mengakses dan melakukan penilaian pada kelas yang diampu saja.Hak akses wali kelas pada e-Rapor adalah melakukan pengisian daftar hadir, deskripsi antar matapelajaran dan mencetak rapor sesuai dengan kelas yang diampu saja.


Berikut links download installer E-Rapor maupun petunjuk manual penggunaan aplikasi E-Rapor SMA, dan SMK :


Demikian informasi mengenai E-Rapor bagi jenjang Dikmen SMA dan SMK, semoga bermanfaat dan terimakasih…

Referensi artikel dan sumber links : http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id

DOWNLOAD INSTALLER APLIKASI RAPOR SMP KURIKULUM 2013 DAN PANDUAN MANUAL RESMI - DIREKTORAT PEMBINAAN SMP KEMDIKBUD RI

Saat ini installer aplikasi rapor SMP Kurikulum 2013 yang dapat digunakan pada yang sudah terinstall aplikasi Dapodikdas 2014 dengan data akurat dan terbaru, khususnya terkait data peserta didik dalam setiap Rombelnya. Untuk install aplikasi Rapor ini, silahkan gunakan laptop/komputer yang digunakan hanya untuk install aplikasi Dapodikdas 1 (satu) sekolah saja, hal ini untuk menghindari kekacauan pada database.

Berikut panduan manual resmi yang selanjutnya dapat dilihat juga pada aplikasi rapor setelah berhasil login dengan menggunakan NUPTK sebagai username dan password awal.

Persiapan Syarat Instalasi:

1.   Laptop sudah terdapat DAPODIKDAS versi 3.0, berikut data lengkap dari satuan pendidikan yang valid.
2.   Laptop Windows XpSp2/7/8/Vista.

Langkah langkah Instalasi :


Instal berturut-turut: Rapor-SMP-v1003.exe è updates_v10032.exe è updates_v10033.exe, kemudian Buka : http://localhost/rapor-smp. Login dengan username: admin dan password: admin

Fitur-Fitur pada aplikasi Rapor SMP

Menu Sinkronisasi

1.   Eksekusi : adalah untuk menyalin data dari database DAPODIK Sekolah ke Database Aplikasi Rapor
2.   Salinan Data : adalah untuk melihat data hasil Eksekusi menyalin data

Menu Deklarasi

1.   Mata Pelajaran Tambahan : adalah untuk menambahkan mata pelajaran jika sekolah memberikan mata pelajaran selain yang terdapat pada Kurikulum 2013.
2.   Mata Pelajaran Mulok : adalah untuk menambahkan mata pelajaran muatan lokal jika sekolah memberikan mata pelajaran muatan lokal yang didukung resmi oleh Gubernur dalam bentuk SK
3.   Ekstrakurikuler : adalah untuk mendefinisikan Ekstrakurikuler sampai dengan anggota Ekstrakurikuler tersebut
4.   Pemetaan Mata Pelajaran Agama: adalah untuk memetakan Peserta Didik jika terdapat Peserta didik yang mempelajari agama berbeda dengan aga yang dianutnya.
5.   Konfigurasi : adalah untuk menetapkan Bobot Nilai Akhir, KKM dan PTK yang mengajar Mata Pelajaran Tambahan.


Menu Proses

1.   Input Nilai Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan adalah untuk merekam nilai harian.
2.   Input Deskripsi per Mata Pelajaran adalah untuk membantu guru mengisi deskripsi yang terbentuk secara otomatis.
3.   Input Nilai Akhir Pengetahuan adalah untuk merekan nilai UAS dan UTS.
4.   Input Jurnal adalah untuk merekan catatan harian kejadian tentang sikap peserta didik.
5.   Input Nilai Absensi adalah untuk merekan absensi peserta didik dalam bentuk rekap semester.
6.   Input Deskripsi Sikap antar Mata Pelajaran adalah untuk membantu wali kelas mengisi deskripsi sikap antar mata pelajaran yang terbentuk secara otomatis.

Menu Rapor adalah untuk mencetak Rapor dalam bentuk Word dan PDF.

Menu Pengaturan adalah untuk mengatur pengguna yang akan melakukan input nilai, yang terdiri dari Guru dan Wali Kelas.


Download installer aplikasi rapor dan petunjuk manual penggunaan aplikasi rapor SMP ini pada laman http://dapo.dikdas.kemdikbud.go.id/laman/unduh. Semoga bermanfaat dan terimakasih…

CARA MENGHAPUS VIRUS, FILE, MAUPUN FOLDER YANG TIDAK BISA DIHAPUS DARI SISTEM KOMPUTER

Pernahkan Anda menjumpai keterangan seperti di bawah pada saat kau menghapus folder atau file yang ada di windows:

1.   Cannot delete file: Access is denied, There has been a sharing violation,
2.   The source or destination file may be in use,
3.   The file is in use by another program or user,
4.   Make sure the disk is not full or write-protected and that the file is not currently in use,
5.   Cannot Delete Program : it is being used by another person or program,
6. Atau pesan lainnya yang intinya menyatakan bahwa file atau folder tersebut tidak dapat dihapus dikarenakan ada hal-hal tertentu yang menghalaginnya.


Untuk menghapus nya sebenarnya bisa dilakukan tapi itu sangat sulit untuk dilakukan oleh pemula bukan?. Penyebab nya pun beragam, bisa dari file yang akan kita hapus merupakan file system windows, file, virus,atau mungkin file/folder tersebut sedang digunakan oleh program lain.

Nah,bagi kamu yang tidak ingin bingung mengenai cara menghapus File/Folder yang tidak bisa dihapus,saya ingin memperkenalkan sebuah tool yang bernama Unlocker,fungsi unlocker tidak hanya bisa menghapus file,akan tetapi juga berfungsi untuk me-rename dan memindahkan file.

Baiklah Berikut cara menghapus File/Folder yang tidak bisa dihapus:

1.   Download Progam Unlocker untuk windows 7 32 bit di sini
2.   Install Progam unlocker
3.   Pilih File yang ingin dihapus
4.   Klik kanan, kemudian Klik unlocker, pilih delete, Klik “OK".


Untuk menghapus file silahkan lihat pada screenshoot berikut :


Dan, file yang tidak bisa dihapus akhirnya bisa terhapus. Caranya hampir sama dalam menerapkan untuk menghapus folder (lihat pada gambar di atas, sesuaikan pada action-nya). Semoga bermanfaat dan terimakasih…


PENERAPAN KURIKULUM KTSP 2006 SAMPAI TAHUN 2020

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memastikan kurikulum lawas KTSP 2006 masih bisa diterapkan kembali sampai 2020. Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendikbud Hamid Muhammad menuturkan, pemberlakuan KTSP sampai tahun pelajaran 2019/2020 itu sesuai dengan ketentuan.

"Tapi pada 2020 itu adalah batas maksimal. Artinya bisa sudah berganti menjadi Kurikulum 2013 (K-13, red) sebelum 2020," katanya di Jakarta kemarin.

Hamid menjelaskan bahwa ketentuan peralihan dari KTSP ke K-13 diatur dalam Permendikbud 32/2013 yang diterbitkan Mendikbud Mohammad Nuh. Nah di dalam Permendikbud itu, ditetapkan peralihan dari KTSP ke K-13 paling lama bisa berjalan tujuh tahun lagi. Jika ditarik pada 2013, durasi tujuh tahun itu jatuh pada tahun pelajaran 2019/2020.

Menurut mantan Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud itu, evaluasi kesiapan sekolah akan dipantau serius. Sekolah yang sudah siap menjalankan K-13, tidak perlu menunggu sampai 2020.

"Dalam waktu dekat, kita akan keluarkan standar kesiapan sekolah menjalankan K-13," papar dia.

Hamid juga mengatakan, durasi pergantian dari KTSP menjadi K-13 yang sampai 2020 itu memiliki dampak positif. Yakni bisa dipakai untuk mengantisipasi daerah-daerah yang sangat kesulitan melaksanakan K-13.

Sebagaimana diketahui, Kemendikbud akhirnya menghentikan implementasi K-13 secara menyeluruh di semua sekolah di Indonesia. Sebagai gantinya, K-13 hanya diterapkan di 6.221 unit sekolah pilot project. Jumlah itu setara dengan sekitar 3 persen populasi sekolah di Indonesia. Sedangkan 208 ribuan sekolah lainnya, kembali menerapkan KTSP.


Hamid menjelaskan, Kemendikbud belum bisa memastikan road map kelanjutan implementasi K-13 di 2015 nanti. Termasuk berapa jumlah sekolah yang mendapatkan restu mulai menjalankan K-13 di tahun pelajaran 2015/2016 nanti.

"Sekarang kita masih koordinasi dengan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan, red)," pungkas Hamid.

Pertimbangan utama Kemendikbud menghentikan implementasi K-13 adalah, ingin fokus melatih guru. Mendikbud Anies Baswedan mengatakan, anggaran pelatihan guru untuk menerapkan K-13 sudah ada. Pelatihan tidak lagi berdasar guru secara perorangan. Tetapi semua guru dalam satu sekolah, akan dilatih sekaligus. Selain itu di akhir sesi pelatihan, guru-guru akan magang mengajar di sekolah pilot project K-13.

Dengan sistem pelatihan guru berbasis sekolah itu, diprediksi semua guru siap menjalankan K-13 sekitar 3 sampai 4 tahun lagi. Asumsinya adalah dari guru-guru di 3 persen sekolah yang ditunjuk menjadi pilot project, meningkat menjadi 5 persen sekolah seluruh Indonesia.

Kemudian naik lagi menjadi 45 persen populasi sekolah, berikutnya naik lagi menjadi 70 persen, dan seterusnya sampai 100 persen populasi sekolah.

"Intinya penyiapan impelementasi K-13 ini bisa sampai tujuh tahun, dihitung mulai 2013 lalu," pungkasnya. (wan/end)


DOWNLOAD INSTALLER APLIKASI RAPOR VERSI 1.0.2 KURIKULUM 2013 SD

Aplikasi Rapor versi 1.0.2 sudah di release dan dapat di download di: http://sourceforge.net

Perbaikan pada versi 1.0.2 ini adalah sebagai berikut:

1.   Perbaikan Nama Kepala Sekolah pada Rapor. Sudah sesuai dengan data pada Tugas Tambahan di Dapodik.
2.   Tambahan Informasi Peserta Didik pada form penambahan data Keikutsertaa Ekstrakurikuler.
3.   Perbaikan css untuk menampilkan informasi email pada modul Daftar User. Asalnya tidak terlihat, menjadi terlihat.

Bagi yang sudah menginstal versi sebelumnya TIDAK PERLU di uninstall terlebih dahulu. Pada saat instalasi versi 1.0.2 ini akan dideteksi apakah sudah ada aplikasi Rapor versi sebelumnya atau tidak. Jika sudah, maka hanya mengupdate. Tapi jika belum menginstal versi sebelumnya, atau terjadi kasus tidak bisa menginstal padahal aplikasi sudah di uninstall akan diinstal baru.



BATAS AKHIR PENGIRIMAN NO. KPS UNTUK BSM / KIP 2015 VIA SINKRON DAPODIK PALING LAMBAT SAMPAI TANGGAL 21 DESEMBER 2014

Untuk keperluan peserta didik dalam mendapatkan haknya khususnya bagi peserta didik yang berasal dari keluarga pemegang KPS (Kartu Perlindungan Sosial) maka berhak mendapatkan BSM yang nantinya akan dilanjutkan dengan PIP (Program Indonesia Pintar).

Terkait hal tersebut, mekanisme pengajuan didasarkan pada data yang telah dikirimkan melalui aplikasi Dapodik 2014 yang akan paling lambat sampai dengan tanggal 21 Desember 2014. Hal tersebut berdasarkan surat edaran Dirjen Dikdas No. 5086/C/MI/2014 tentang Pemanfaatan Data Dapodik Untuk BSM / PIP yang ditujukan kepada kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia bahwasannya.


Proses input data dilakukan oleh Operator Sekolah pada tab “Peserta Didik” lalu pada bagian KPS dipilih icon “Ya”, lalu diisikan nomor KPS yang tertera pada Kartu peserta didik bersangkutan. Setelah itu disinkronisasikan melalui aplikasi Dapodik.

Untuk download surat edaran terkait, dapat diunduh pada links berikut. Demikian informasi batas akhir pengiriman data peserta didik penerima BSM untuk PIP 2015. Semoga bermanfaat dan terimakasih…

SELURUH APLIKASI ONLINE TERKAIT TUNJANGAN P2TK DIKDAS NONAKTIF SELAMA 1 MINGGU, MULAI TANGGAL 16 SAMPAI 22 DESEMBER 2014

Sehubungan dengan telah berakhirnya pendataan sebagai dasar penerbitan Sk Aneka Tunjangan (tunjangan profesi, tunjangan fungsional, bantuan kualifikasi akademik serta tunjangan daerah khusus) dan berakhirnya pula pemabayaran tunjangan di masing-masing kantor kas daerah, maka P2TK Dikdas akan melakukan restrukturisasi dan realokasi server layanan.

Oleh sebab itu, semua layanan online maupun seluruh aplikasi akan di non-aktifkan selama 1 minggu terhitung mulai tanggal 16 Desember 2014 - 22 Desember 2014.


Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh lapisan yang berada di lingkungan pendidikan hingga berhasilnya pendataan sebagai dasar penerbitan SK aneka tunjangan di lingkungan P2TK Dikdas. Kita bertemu lagi di pendataan pada tahun 2015. Salam…

ADMIN ANEKA TUNJANGAN - P2TK DIKDAS

BATAS AKHIR PENGIRIMAN DATA CALON PESERTA UN 2015 DARI APLIKASI DAPODIKDAS & DAPODIKMEN PALING LAMBAT TANGGAL 31 DESEMBER 2014

Periode pengiriman via aplikasi DAPODIKDAS & DAPODIKMEN dari sekolah untuk calon peserta Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015 akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2014. Hal ini berdasarkan pada surat edaran PDSP No. 3640/P3/LL/2014 tentang Pemberitahuan Verifikasi dan Validasi Data Calon Peserta UN Tahun 2014 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kepala Sekolah SD, SMP, SMA/SMK di seluruh Indonesia terkait dengan pendataan calon peserta Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2014/2015

Jadi, perbaikan data masih dapat dilakukan s.d. tanggal tersebut di atas melalui sinkronisasi aplikasi Dapodik. Untuk perbaikan data nama, tanggal lahir, dan NISN peserta didik saat ini melalui VerVal PD oleh operator sekolah.

Seperti informasi pada laman http://un.data.kemdikbud.go.id, bahwasannya, data awal peserta UN tahun ajaran 2014/2015 merupakan data peserta didik kelas 6, Kelas 9 dan Kelas 12 hasil pengumpulan data melalui Dapodikdas dan Dapodikmen, yang terintegrasi dalam pengelolaan Data Warehouse Kemdikbud yang bersifat Online. Karena bersifat online maka perlu adanya koordinasi terkait dengan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (verval PD) yang bertingkat dari Satuan Pendidikan, Dinas Kab-Kota, Dinas Provinsi dan Pusat (melalui sinkronisasi aplikasi dan pengiriman data calon peserta US/UN ke Disdik Kabupaten/Kota, red).

Tabel-tabel data individual peserta didik dan rangkuman data mulai dari satuan pendidikan, kab-kota, provinsi dan nasional merupakan hasil akumulasi dari proses pengelolaan DAPODIK (pengumpulan, integrasi, verifikasi-validasi, dan kompilasi).

Untuk download surat edaran tentang pengiriman data calon peserta UN tahun pelajaran 2014/2015 yang ditujukan juga bagi seluruh kepala sekolah SD, SMP, dan SMA/SMK dapat diunduh pada artikel berikut. Demikian informasi tentang batas akhir pengiriman data peserta UN 2014/2015. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam perjuangan data…!

FASILITAS EXPORT TO PDF DATA CALON PESERTA UN/US 2015 DI HTTP://UN.DATA.KEMDIKBUD.GO.ID SUDAH BISA DIGUNAKAN

Alhamdulillaah… Sahabat operator sekolah jenjang SD maupun SMP…, dalam rangka cek data calon peserta UN untuk jenjang SMP maupun cek data calon US untuk jenjang SD tahun pelajaran 2014/2015, yang sebelumnya fasilitas export to pdf sering mengalami kegagalan sehingga kita harus copy paste ke Word ataupun Excel, namun saat ini fasilitas tersebut sudah dapat digunakan dengan lebih cepat dan akurat.

Dalam file hasil export saat ini, terdapat kolom-kolom rincian data peserta didik, di antaranya; No, NISN, Nama, SKHUN (Nomor peserta UN SD bagi siswa kelas 9 SMP), Nama Ibu, Nama Ayah, Jenis Kelamin, dan Kelas.

Untuk cek data calon peserta UN/US tahun pelajaran 2014/2015 silahkan kunjungi http://un.data.kemdikbud.go.id, kemudian log in menggunakan username dan password sama seperti yang digunakan untuk log in VerVal PD lalu isikan kode chapta dengan benar, kemudian klik “Log In”. Setelah masuk pada tampilan data calon peserta UN/US 2014-2015 silahkan klik pada icon “Export to PDF” di bagian atas tabel.


Apabila ada ketidaksamaan dalam hasil data calon US/UN tersebut. Segera perbaiki pada aplikasi Dapodikdas 2014, terkecuali untuk perbaikan NISN, nama dan tanggal lahir peserta didik pada peserta didik SMP saat ini menggunakan VerVal PD pada edit data dengan melampirkan scan file ijazah SD peserta didik bersangkutan. Setelah sinkronisasi berhasil dilakukan, silahkan cek dalam waktu 1 s.d 2 hari setelahnya.

Demikian share info mengenai cek data peserta UN/US di tahun 2015 nanti. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam perjuangan data…!

BINUS ASO SCHOOL OF ENGINEERING (BASE), SEKOLAH ROBOTIK PERTAMA DI INDONESIA

Semakin majunya teknologi di era ini membuat banyak institusi pendidikan tinggi berlomba-lomba menciptakan jurusan berbasis teknologi komputer. Namun, lain halnya dengan Universitas Bina Nusantara (Binus University) yang mendirikan Binus ASO School of Engineering (BASE).

BASE merupakan program joint venture antara ASO College, salah satu sekolah robotik terkemuka di Jepang, dengan Binus University. Program kerjasama ini membuat kedua institusi pendidikan itu memiliki peran yang lebih dari sekadar kerjasama.

"Joint venture ini merupakan proses 'perkawinan' antara ASO College dan Binus. Jadi, ada tabungan bersama yang berasal dari gabungan pendanaan keduanya," ujar Ho Hwi Chie, Dean of Binus ASO School of Engineering, di Kampus Kijang Binus University, Rabu (10/12/2014).


BASE sendiri merupakan satu-satunya sekolah untuk jurusan bidang robotik di Indonesia. Sekolah ini mencoba menggabungkan antara mesin dan komputer dalam satu produk engineering.

Sekolah tersebut memiliki dua program studi utama, yakni Automotive Robotic Engineering dan Product Design Engineering. Kedua program studi itu sama-sama fokus pada bidang teknik, tapi berbeda pada eksekusinya.

"Automotive robotic engineering lebih mempelajari otomatisasi dalam bidang kendaraan bermotor, sementara product design engineering menciptakan karya-karya fungsional yang membantu dalam kehidupan manusia tapi dengan harga ekonomis," jelas Ho Hwi Chie.

Mahasiswa BASE program studi automotive robotic engineering berusaha membuat benda mati, dalam hal ini kendaraan bermotor, memiliki “pikiran” atau intelegensia. Salah satu proyek yang tengah mereka kerjakan adalah sebuah prototipe mobil yang mampu melambatkan lajunya dengan otomatis.

"Kita sedang membuat prototipe mobil yang apabila melanggar marka jalan, maka ia akan otomatis melambat. Ini berfungsi untuk mengurangi kecelakaan ketika mengantuk karena mobil akan mengurangi kecepatannya dan pengendara mobil akan bangun begitu sadar mobilnya melambat," jelas Ho Hwi Chie.

Sementara itu, program studi product design engineering berlandaskan ilmu teknik industri yang menggunakan sumber daya secukupnya dan tak berlebihan. Output dari program studi ini adalah mahasiswa akan mampu menciptakan ide-ide problem solving dan produk hasil inovasi yang nilai gunanya bertambah.

M LATIEF Rektor Binus University Prof Harjanto Prabowo (kedua dari kiri) dan CEO of ASO College Group, Yutaka Aso, pada jumpa pers Binus-ASO School of Engineering (Base) di The Joseph Wibowo Center, Senin (25/8/2014).


Selanjutnya, Ho Hwi Chie menjelaskan, BASE melihat bahwa orang Indonesia memiliki kegemaran di bidang otomotif. Karena itulah, mereka kemudian memiliki misi menyediakan sebuah lembaga yang akan mengakomodasi kebutuhan tersebut. Selain itu juga untuk menciptakan kemampuan anak bangsa lebih baik lagi.

"BASE mencoba mempersiapkan bangsa Indonesia untuk siap menghadapi AFTA 2015. Jangan sampai anak bangsa malah jadi penonton di negeri sendiri," ujar Ho Hwi Chie.

Dia menambahkan, pembentukan BASE sebagai sekolah robotik satu-satunya di Indonesia bukan tanpa alasan. Selaku selaku induk utama BASE, pihak Binus University melihat adanya kesempatan yang terbuka lebar bagi lulusan BASE.

"Artinya, pasarnya sebetulnya ada. Ada harapan bagi orang-orang Indonesia, bahkan dunia, untuk memaksa membeli barang-barang dari luar negeri. Nah, kenapa kita tidak ciptakan sendiri. Cuma, ilmu-ilmu robotik ini masih kurang mendapatkan perhatian, dan kita malah fokus pada ilmu-ilmu dasar," jelas Ho Hwi Chie.

Dok Binus ASO School of Engineering (BASE). Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer.


Untuk tujuan itu, ada beberapa jenjang karier yang disasar dari kedua program studi tersebut. Untuk automotive robotic engineering, lulusan BASE bisa menjadi product development engineer, automation system engineer, simulation engineer, factory automotive engineer, dan project engineer. Sementara itu, lulusan product design engineering diharapkan mampu menjadi product planning engineer, project design engineer, digital modeler engineer, digital product engineer, dan applied product manufacturing.

Bagaimana kuliah robot?

BASE merupakan sebuah sekolah robotik khusus untuk lulusan IPA di SMA-nya. Hal ini dikarenakan lulusan IPA telah memiliki dasar ilmu pengetahuan yang digunakan di BASE.

"Anak-anak yang penting itu dari IPA. Kalaupun ada dari IPS akan ada tes matematika tertentu. Hanya saja, kita tidak menyarankan hal itu," kata Ho Hwi Chie.

Selain itu, BASE juga mengadakan tes tertulis dan wawancara untuk menguji kelayakan calon mahasiswanya. Program beasiswa pun tak luput dari sekolah ini.

"Kita ada program beasiswa, syaratnya nilai kuliahnya harus baik dan IP ada di atas 3,00 dan beasiswa itu bisa didapat setelah mereka menjalani perkuliahan di BASE," kata Ho Hwi Chie.

Joint venture dengan Jepang ini semakin terasa dengan kehadiran dosen-dosen asal ASO College. Para mahasiswa juga mendapatkan esktrakurikuler bahasa Jepang guna memperkuat kemampuan bahasa Jepangnya selama periode magang di Jepang.

"Jadi, di sini ada program internship di waktu antara semester enam dan tujuh. Mereka dikirim ke Jepang untuk merasakan pekerjaan-pekerjaan yang mereka pelajari di BASE," jelas Ho Hwi Chie.


BUKU PELAJARAN KURIKULUM 2013 AKAN TETAP DIPAKAI SEBAGAI BUKU REFERENSI DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Sekalipun kini Kurikulum 2013 diterapkan terbatas di sekolah-sekolah tertentu, buku-buku berbasis Kurikulum 2013 semester I dan II tetap akan digunakan sebagai buku referensi di perpustakaan sekolah. Begitu pula dengan lembar rapor yang kelak dipakai ketika sekolah siap melaksanakan kurikulum baru itu.

Hal itu dikemukakan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad dalam Diskusi Pendidikan Harian Kompas bertajuk ”Mendudukkan Persoalan dan Mencari Solusi Kurikulum 2013” di Kantor Harian Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta, Jumat (12/12).

Pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memutuskan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 secara menyeluruh di semua sekolah. Kurikulum 2013 hanya diterapkan di 6.221 sekolah yang telah melaksanakan kurikulum baru itu selama tiga semester. Adapun sekolah lain harus kembali ke Kurikulum 2006. Keputusan mulai berlaku semester genap tahun ajaran 2014/2015 atau Januari 2015.


”Buku-buku itu tetap akan digunakan sebagai buku referensi di perpustakaan sekolah. Selain itu, rapor juga akan dijadikan stok dan dimanfaatkan saat sekolah-sekolah siap melaksanakan Kurikulum 2013,” ucapnya.

Dari 6.221 sekolah yang sudah menerapkannya sejak Juli 2013 (2.598 SD, 1.437 SMP, 1.165 SMA, dan 1.021 SMK), baru 67 persen SD dan 83 persen SMP yang telah menerima buku pada semester I. Kapasitas pencetakan buku yang terbatas mengakibatkan penyediaan buku tersendat.

Terkait persoalan pengadaan buku Kurikulum 2013, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengirimkan surat edaran kepada para gubernur. Surat edaran itu berisi imbauan agar pemerintah daerah segera membayar tunggakan buku-buku Kurikulum 2013 semester I yang sudah diterima sekolah. Selain itu, buku-buku Kurikulum 2013 semester II yang telah dikontrak juga harus segera dikirimkan ke sekolah-sekolah.

Menunggu revisi

Ke depan, menurut Hamid, penerapan Kurikulum 2013 masih akan menunggu revisi dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

”Setelah Pusat Kurikulum dan Perbukuan selesai merevisi, baru akan dibuat tahapan pelaksanaan Kurikulum 2013, termasuk menyeleksi sekolah-sekolah yang dianggap siap,” kata Hamid.

Praktisi pendidikan yang juga anggota tim revisi Kurikulum 2013, Weilin Han, mengungkapkan, di antara pemberlakuan kurikulum yang berubah-ubah, murid menjadi korban. Menurut dia, Kurikulum 2013 perlu direvisi dan hendaknya jangan terburu-buru diterapkan jika memang belum tersusun baik.

”Pelatihan harus benar-benar dipersiapkan, jangan massal dan hanya 52 jam. Siapa yang mendampingi juga perlu dipersiapkan,” katanya.

Selama proses revisi kurikulum berjalan, pelatih guru nasional Itje Chodidjah mengusulkan agar pemerintah juga melihat Kurikulum 2004 atau Kurikulum Berbasis Kompetensi yang strukturnya dinilai relatif lebih utuh. Sudah terlihat indikator-indikator dan silabus nasionalnya.

”Keputusan yang diambil Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini pasti berat. Mau lanjut dengan Kurikulum 2013 tentu berat, tetapi kembali ke Kurikulum 2006 juga tak mudah karena kurikulum itu juga banyak kelemahannya,” kata Itje. (ABK/LUK/DNE)

Editor  : Caroline Damanik

Share Artikel Ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More