Google+ www.dadangjsn.blogspot.com Admin haturkan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya pada segenap Siswa-siswi, rekan-rekan Guru / Pendidik, Sahabat maupun Pengunjung secara umum lainnya. Kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan situs ini ke depan. Semoga semakin bermanfaat... Salam Edukasi...!

KRITERIA KELULUSAN UJIAN SEKOLAH/MADRASAH (US/M) SD/MI TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berdasarkan POS US/M Tahun Pelajaran 2014/2015 telah diatur mengenai kriteria kelulusan Peserta didik yang dinyatakan lulus US/M tahun pelajaran 2014/2015, yakni apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan nilai US/M. Yang mana kriteria kelulusan US/M ditetapkan melalui rapat pendidik sebelum pelaksanan US/M yang mencakup: nilai minimal setiap mata pelajaran US/M dan nilai rata-rata minimal mata pelajaran US/M.

Sedangkan penentuan mengenai kelulusan dari satuan pendidikan (sekolah/madrasah) dinyatakan lulus dari satuan pendidikan melalui rapat pendidik setelah menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal, dan lulus US/M.

Dengan ketentuan kriteria peserta didik telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran ditentukan oleh pendidik dengan mempertimbangkan kehadiran peserta didik pada program pembelajaran dari semester 1 kelas I sampai semester 2 kelas VI serta dengan kriteria peserta didik memperoleh nilai baik untuk seluruh mata pelajaran dan muatan lokal ditentukan oleh pendidik melalui rapat pendidik tingkat satuan pendidikan (sekolah/madrasah).


Untuk jadwal pengumuman kelulusan US/M (Ujian Sekolah/Madrasah) tahun pelajaran 2014/2015 berdasarkan POS US/M Tahun 2015 akan diumumkan serentak pada hari Senin, 26 Juni 2015. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

SAMBUTAN PRESIDEN RI PADA ACARA PELEPASAN GURU GARIS DEPAN (GGD) DI HALAMAN ISTANA MERDEKA, 25 MEI 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Sebagaimana informasi sebelumnya yang admin situs Kemdikbud.go.id bahwasannya Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), secara resmi melepas 798 Guru Garis Depan (GGD) angkatan pertama dari Istana Kepresidenan ke wilayah-wilayah terdepan Indonesia hari ini. Mereka yang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil berasal dari 24 provinsi itu akan bertugas di 28 kabupaten yang tersebar di empat provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan Daerah Istimewa Aceh. GGD ditempakan secara permanen di wilayah-wilayah tersebut untuk menjalankan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Baca juga : Lokasi Penempatan / Penugasan Guru Garis Depan (GGD) Tahun 2015 Angkatan Pertama

Presiden Jokowi menyampaikan, keberangkatan 798 orang GGD adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga pendidik atau guru bagi anak-anak di wilayah tersebut. “Daerah-daerah tadi memerlukan guru, memerlukan pendidik untuk anak-anak kita,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Pelepasan Guru Garis Depan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/5/2015).


Sehubungan dengan pelepasan GGD angkatan ke-1 tahun 2015 tersebut, berikut sambutan Bapak Presiden RI, Joko Widodo selengkapnya :

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamualaikum wr.wb

Yang saya hormati seluruh Menteri Kabinet Kerja, para gubernur, seluruh jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Serta Bapak/Ibu dan Saudara-saudara semuanya. Seluruh Guru Garis Depan (GGD) yang hadir pada pagi hari ini.

Ini adalah angkatan yang pertama, yang akan kita berangkatkan sebanyak 798 guru. Kenapa harus kita lakukan program ini? Kita tahu semuanya, negara kita ada lebih dari 17 ribu pulau. Pulau besar, sedang, maupun kecil. Kita juga mempunyai daerah-daerah yang terpencil, daerah-daerah perbatasan, kabupaten-kabupaten yang memerlukan pendidikan, pendidik, guru, yang saya lihat waktu saya ke daerah, ke Dompu, ke Merauke, ke perbatasan di Entikong, di Pulau Sebatik.

Memang daerah-daerah tadi memerlukan guru, pendidik untuk anak-anak kita. Ini adalah angkatan pertama, dan akan kita lihat perkembangan selanjutnya. Apabila kebutuhan itu memang sangat diperlukan, dan saya melihat sangat diperlukan, akan disusul dengan angkatan yang berikutnya. Angkatan kedua, ketiga, keempat, dan selanjutnya.

Tapi berbahagialah, Bpak/Ibu dan Saudara-saudara semuanya menjadi angkatan pertama. Dan tadi sudah disampaikan oleh Pak Menteri Pendidikan, bahwa Bapak/Ibu dan Saudara-saudara semuanya adalah pejuang, karena tempat yang akan dituju adalah memang tempat-tempat yang sulit, terpencil, lokasi-lokasi perbatasan, dan ini tidak usah menjadi keraguan.

Saya melihat pancaran optimisme di wajah-wajah Bapak/Ibu dan Saudara-saudara semuanya. Karena penempatannya masih berada dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan saya minta coba satu yang paling belakang maju.

Bapak/Ibu dan Saudara-saudara semuanya, pemerintah sangat berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan pendidikan, pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh wilayah, yang terutama sudah diidentifikasi sebagai wilayah yang tingkat dan pelayanan pendidikannya masih rendah dan kurang baik.

Baik yang menyangkut biaya pendidikan, distribusi guru yanbg ada di situ, baik sarana prasarana yang akan terus akan kita tingkatkan, baik juga yang menyangkut infrastruktur untuk mencapai dari rumah ke sekolah. Saya pernah bertanya di Wamena, anaknya saya tanya, berangkat dari rumah menuju sekolah berapa menit. Jawabannya, jalan kaki 2,5 jam.

Ini masalah infrastruktur, ini menjadi tugas dari pemerintah. Juga tentu saja kita ingin agar nanti ada peningkatan jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di tempat-tempat terpencil, dengan memberikan sebuah tunjangan fungsional, pemberian asuransi yang menjamin keselamatan dan kesehatan. Dan fasilitas-fasilitas memadai dan upaya pengembangan keilmuan serta peningkatan promosi dan karir.

Sekarang saya mau bertanya dulu.

Presiden: Nama? Nama Agustin, saya sudah baca. Dari mana?

Agustin: dari Sragen, pak.

Presiden: Sragen di mana itu?

Agustin: Jawa Tengah, dekat Solo, Pak.

Presiden: Saya ngerti. Biar yang lain tahu Sragen itu ada di mana. Kalau saya sudah tahu. Ditempatkan di mana?

Agustin: Saya ditempatkan di Manggarai di Nusa Tenggara Timur.

Presiden: Tahu Nusa Tenggara Timurnya di mana? Pernah ke sana?

Agustin: Pernah lewat.

Presiden: Apa yang ada dibayangan, Manggarai Sepeti apa?

Agustin: Kabupaten Manggarai termasuk daerah yang dingin. Rakyatnya sangat ramah dan mempunyai toleransi yang tinggi dengan warga yang lain.

Presiden: Kalau rakyat Indonesia dari Sabang-Merauke semuanya ramah, jadi tidak usah ada yang takut. Ramah semuanya sampai di pedalaman pun yang saya lihat, saya rasakan semuanya ramah. Jadi tidak usah ada rasa khawatir. Kenapa mau masuk ke dalam program Guru Garis Depan ini?

Agustin: Karena pendidikan di Indonesia itu belum merata, masih ada anak-anak yang membutuhkan tenaga pendidik yang mau ditempatkan di daerah terpencil, sehingga pendidikan di Indonesia bisa merata.

Presiden: Kalau kita lihat memang di daerah terpencil banyak guru, satu guru mengajar beberapa kelas. Satu guru mengajar beberapa mata pelajaran. Inilah yang ingin kita ratakan agar daerah, misalnya di Jawa dengan di Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur, betul-betul mempunyai sebuah kualitas yang rata. Baik semuanya, sangat baik semuanya. Targetnya ke sana, jangan sampai terjadi sebuah ketimpangan dan kesenjangan yang sangat lebar. Itu yang tidak kita inginkan.

Jadi apa yang mau diberikan kepada anak-anak di sana nantinya?

Agustin: Yang utama yaitu pendidikan, juga memberikan supaya mental mereka lebih bagus, tidak minder.

Presiden: Saya titip jangan lupa berikan pendidikan karakter mental yang baik bagi anak-anak kita. Seperti yang tadi disampaikan oleh Agustin, bahwa anak-anak yang berasal dari daerah terpencil harus mempunyai juga sebuah kebanggaan, bahwa mereka juga adalah Indonesia, dan mereka juga sama seperti daerah-daerah lainnya.

Terima kasih, Agustin. Kembali ke tempat. Salaman dulu.

Bapak yang satu paling depan maju. Hidayat dari mana?

Hidayat: dari Padang Pariaman.

Presiden: dari Sumatera Barat, ditempatkan di mana?

Hidayat: Saya ditempatkan di Kabupaten Rote Ndau, Nusa Tenggara Timur.

Presiden: Banyak juga tempat-tempat yang kita sebagai rakyat belum tahu, di mana itu Kabupaten Dompu, di mana itu kabupaten yang jauh-jauh yang pernah dengar saja kita tidak. Tetapi semuanya sangat beruntung sekali, bahwa Saudara-saudara semuanya mau ditempatkan di mana saja, terutama di daerah-daerah perbatasan terpencil, daerah-daerah yang kekurangan tenaga pendidik, guru, dan ini akan menjadi sebuah program pertama, yang terus akan kita evaluasi, dan kalau kita lihat positif dan sangat diperlukan nanti akan dilanjutkan dengan angkatan kedua, ketiga, dan keempat.

Kenapa mau ditempatkan di Nusa Tenggara Timur?

Hidayat: Karena selama pengalaman saya mengajar di daerah NTT selama satu tahun di Kabupaten Ende, saya merasakan nuansa yang baru, dengan anak-anak yang penuh semangat. Dan ketika saya mengajar di kota, tidak sama dengan mengajar di desa. Mereka dengan begitu jarak yang jauh, memakan waktu yang cukup lama, tetapi mereka dengan semangat datang ke sekolah walaupun tidak memiliki alas kaki dan perlengkapan yang memadai.

Presiden: Itu yang saya lihat, Saudara-saudara seperti yang tadi saya ceritakan. Anak setiap hari pergi ke sekolah berjalan kaki 2-2,5 jam. Bayangkan, kita harus mempunyai bayangan-bayangan seperti itu. Itulah semangat anak-anak kita yang harus didukung dengan keberadaan Saudara-saudara semuanya dan juga nantinya dengan peningkatan fasilitas-fasilitas yang ada di daerdah-daerah yang memang memerlukan.

Apa harapan dari program ini, Hidayat?

Hidayat: Saya harap Guru Garis Depan ini bisa menginspirasi kepada murid-murid, siswa-siswa, dan peserta didik yang di daerah terdepan dari Indonesia bisa menjadi sukses dengan adanya sistem ini. Kenapa? Karena saya sendiri dari Padang bisa pergi ke NTT, tempat yang baru, rumah saya yang baru. Dan di situ nanti saya mengajarkan bahwa, anak-anak NTT juga bisa pergi ke Pulau Jawa untuk menikmati pendidikan yang memadai, dan nanti bisa bekerja di Sumatera, di Jawa, di Kalimantan, dan Sulawesi. Jadi tidak ada yang namanya kesukuan, jadi yang NTT bekerja di NTT, yang Sumatera bekerja di Sumatera, tetapi seluruh peserta didik atau putra putri daerah bisa menikmati pendidikan, bisa menikmati jenjang karir di seluruh wilayah NKRI.

Presiden: Ini yang saya perlukan. Terakhir ini yang saya perlukan, saya kira semua sudah dengar. Memang harapan kita itu, tidak perlu saya ulang lagi. Harapan kita adalah tadi yang disampaikan terakhir oleh Hidayat. Dan kita harapkan semuanya nantinya memberikan pemahaman kepada anak didik kita, bahwa kita bisa bekerja di manapun dari Sabang-Merauke. Anak-anak harus diberikan pemahaman itu bahwa mereka anak Indonesia, dan bisa bekerja di jakarta, Padang, Aceh, yang dari Papua. Atau misalnya yang dari Aceh bisa bekerja di papua dan selanjutnya.

Terima kasih, Hidayat.

Saya kira tidak ingin terlalu banyak memberikan pesan-pesan, tetapi apa yang tadi saya sampaikan dan sudah disampaikan oleh Agustin dan Hidayat tadi sudah bisa menjadi catatan kita semuanya, bahwa Saudara-saudara semuanya berangkat dengan sebuah semangat yang sama untuk mencerdaskan anak-anak kita.

Dan terakhir, marilah kita wujudkan pemerataan pendidikan di seluruh tanah air, dai Sabang-Merauke, dari Miangas-Rote. Selamat bekerja, selamat berjuang untuk seluruh GGD yang pada hari ini akan kita berangkatkan. Dan di pundakmulah anak-anak kita, anak-anak bangsa saya titipkan pendidikannya.

Terima kasih. Wassalamualaikum wr.wb.

Referensi artikel : Sambutan Presiden Joko Widodo Pada Pelepasan Guru Garis Depan, di, Halaman Istana Merdeka, Jakarta, 25 Mei 2015 - setkab.go.id

LOKASI PENEMPATAN / PENUGASAN GURU GARIS DEPAN (GGD) TAHUN 2015 ANGKATAN PERTAMA

Sahabat edukasi yang berbahagia…

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menyatakan program Guru Garis Depan (GGD) adalah langkah nyata pemerintah untuk menyediakan guru-guru terbaik di daerah yang paling membutuhkan di Indonesia, khususnya di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

GGD merupakan komitmen Pemerintah berupa penempatan guru jangka panjang, yang berbeda dengan penempatan guru secara temporer, seperti inisiatif semacam SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal)  atau program-program pengiriman guru oleh lembaga non-pemerintah yang mengirimkan guru untuk jangka pendek.

“"Negara harus hadir bukan jangka pendek, tapi seterusnya, hadir jangka panjang untuk membangun Indonesia termasuk daerah terdepan. Ini sejalan dengan Nawacita ke-3 membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan,”" kata Menteri Anies dalam siaran persnya yang diterima JPNN.


GGD juga merupakan kebijakan afirmasi Kemdikbud melalui penempatan guru di daerah terdepan. Ini mengubah kebijakan bahwa guru terbaik berasal dari daerah asal menjadi guru terbaik adalah yang kompetensinya baik serta bisa ditempatkan di mana saja di wilayah Indonesia,” tutur Anies Baswedan.

Sebanyak 798 guru angkatan pertama Program GGD ini adalah hasil seleksi para calon yang bersumber antara lain dari alumni SM3T yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG)-SM3T untuk menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Formasi GGD ini disahkan dengan penerbitan Kebijakan Permenpan-RB No. 26 Tahun 2014 tentang Formasi Khusus ASN Kementerian/Lembaga Tahun Anggaran 2014 dan Keputusan Menteri PAN-RB No. 762 Tahun 2014 tentang Formasi PNS untuk SM-3T.

Adapun wilayah penempatannya meliputi 28 Kabupaten, yaitu :

1.   Kab. Aceh Besar,
2.   Aceh Timur,
3.   Aceh Singkil,
4.   Aceh Selatan,
5.   Gayo Lues,
6.   Simeulue,
7.   Alor,
8.   Deiyai,
9.   Flores Timur,
10.    Jayawijaya,
11.    Kepulauan Yapen,
12.    Kab.Kupang,
13.    Lanny Jaya,
14.    Kab.Manggarai,
15.    Kab.Manggarai Timur.
16.    Kab.Manokwari,
17.    Kab.Manokwari Selatan,
18.    Pegunungan Bintang,
19.    Raja Ampat,
20.    Rote Ndao,
21.    Kab.Sorong,
22.    Kab.Sorong Selatan,
23.    Sumba Timur,
24.    Supiori,
25.    Tambrauw,
26.    Teluk Bintuni,
27.    Waropen, dan
28.    Yalimo.

Demikian informasi mengenai Daftar 28 Daerah Kabupaten Lokasi Penugasan Guru Garis Depan (GGD) Tahun 2015 yang admin share dari situs JPNN.com. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

PRESIDEN JOKO WIDODO LEPAS 798 GURU GARIS DEPAN (GGD) DARI ISTANA NEGARA

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), secara resmi melepas 798 Guru Garis Depan (GGD) angkatan pertama dari Istana Kepresidenan ke wilayah-wilayah terdepan Indonesia hari ini. Mereka yang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil berasal dari 24 provinsi itu akan bertugas di 28 kabupaten yang tersebar di empat provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, dan Daerah Istimewa Aceh. GGD ditempakan secara permanen di wilayah-wilayah tersebut untuk menjalankan amanat konstitusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Presiden Jokowi menyampaikan, keberangkatan 798 orang GGD adalah dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga pendidik atau guru bagi anak-anak di wilayah tersebut. “Daerah-daerah tadi memerlukan guru, memerlukan pendidik untuk anak-anak kita,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Pelepasan Guru Garis Depan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/5/2015).


Presiden Jokowi mengungkapkan, para GGD ini merupakan pejuang bangsa karena mereka ditempatkan di daerah yang aksesnya sulit terjangkau, daerah terpencil, dan atau daerah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga. Hal ini, kata dia, jangan dijadikan sebuah keraguan melainkan rasa optimis. “Penempatannya masih berada dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : SambutanPresiden RI Pada Acara Pelepasan Guru Garis Depan (GGD) di Halaman Istana Merdeka, 25 Mei 2015

Presiden Jokowi menegaskan, pemerintah sangat berkomitmen untuk mewujudkan pemerataan pelayanan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia terutama daerah yang teridentifikasi tingkat pelayanan pendidikannya masih rendah. Pelayanan pendidikan itu, kata dia, meliputi biaya pendidikan, distribusi guru, sarana dan prasarana pendidikan serta infrastruktur pendidikan yang akan terus ditingkatkan. “Ini menjadi tugas dari pemerintah”, tuturnya.

Presiden Jokowi menekankan, ke depan akan ada jaminan hidup yang memadai bagi GGD. Jaminan tersebut, kata dia, seperti memberikan tunjangan fungsional, asuransi yang menjamin keselamatan dan kesehatan, upaya pengembangan keilmuan serta peningkatan promosi dan karir para guru tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan mengatakan, program GGD ini merupakan kerjasama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta pemerintah daerah. Kerjasama ini, kata dia, merupakan salah satu bentuk Nawacita ketiga yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah  dan desa dalam kerangka negara kesatuan. “Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya,” ucapnya. (Agi Bahari)

SYARAT USIA DAN KELENGKAPAN ADMINISTRASI CALON PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam proses penerimaan siswa baru atau dikenal dengan istilah PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) tahun pelajaran 2015/2016 mulai dari jenjang pendidikan PAUD TK, SD, SMP, SMA, dan sederajat akan terdapat persyaratan khusus terkait usia pada masing-masing jenjang pendidikan yang akan ditempuh oleh seorang anak.

Untuk penerimaan peserta didik baru pada jenjang SMP, SMA/SMK dan sederajat diperlukan adanya Surat Tanda Lulus (STL) yakni surat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan sudah lulus dari sekolah asal (SD maupun SMP). Surat Tanda Lulus / STL ini diterbitkan sebelum ijazah resmi diterima oleh peserta didik yang bersangkutan tentunya.


Berikut beberapa persyaratan usia peserta didik yang akan dapat diterima pada masing-masing jenjang pendidikan di antaranya :

1. PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)

Persyaratan calon peserta didik PAUD Jalur Pendidikan Formal /Taman Kanak-Kanak (TK) adalah:

a.   Berusia 4 sampai dengan 5 tahun untuk kelompok A;
b.   Berusia 5 sampai dengan 6 tahun untuk kelompok B.

Untuk persyaratan calon peserta didik PAUD Jalur Non Formal berbentuk Taman Penitipan Anak (TPA) atau bentuk lain yang sederajat.(0-<2 Th, 2-<4 Th, 4-<6 Th), dan Kelompok Bermain(KB) atau bentuk lain yang sederajat dengan program untuk anak usia 2-<4 Th dan 4-<6 Th,

Sedangkan persyaratan untuk calon peserta didik PAUD Jalur Pendidikan Formal/Taman Kanak-Kanak Luar Biasa (TKLB) adalah anak yang berusia minimal 4 tahun.

2. SD (Sekolah Dasar) dan sederajat

Persyaratan calon peserta didik kelas 1 Sekolah Dasar (SD) adalah:

a.   Berusia 7 sampai dengan 12 tahun wajib diterima di SD/Sekolah bentuk lain yang sederajat;
b.   Tepat / dan atau telah berusia 6 tahun dapat diterima SD/Sekolah bentuk lain yang sederajat. '

Sedangkan persyaratan calon pesefta didik kelas 1 Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) adalah anak yang berusia minimal 6 tahun.

3. SMP (Sekolah Menengah Pertama) dan sederajat

Persyaratan calon peserta didik kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah:

a.   Telah tamat SD/SDLB/MI/Program Paket A dan memiliki STL;
b.   Memiliki Daftar Nilai Ujian Akhir Sekolah atau Daftar Nilai Ujian Persamaan Tamat SD atau Daftar Nllai Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir Nasional (Pehabtanas) Program Paket A;
c.   Berusia setinggi-tingginya 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru.

Dan persyaratan calon Peserta didik kelas VII Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) adalah anak tamatan SD/SDLB/MI/Paket A dan memitiki STL.

4. SMA (Sekolah Menengah Pertama), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), dan sederajat

Persyaratan calon Peserta didik kelas X Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah:

a.   Telah tamat SMP/SMPLB/MTs/Paket B dan memiliki STL;
b.   Memiliki Daftar Nilai Ujian Nasional SMP atau MTs atau Daftar Nilai Ujian Persamaan Tamat SMP atau Daftar Nilai Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir Nasional (Pehabtanas) Program Paket B;
c.   Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.

Kemudian, persyaratan calon Peserta didlk kelas X Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) adalah anak tamat SMP/SMPLB/MTs/PakeI B dan memitiki STL;

Persyaratan calon Peserta didik kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah:

a. Telah tamat SMP/SMPLB/MTs/Paket B dan memiliki STL;
b. Memlliki Daftar Nilai Ujian Nasional SMP atau MTs atau Daftar Nilai Ujian Persamaan Tamat SMP atau

Daftar Nilai Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir Nasional (Pehabtanas) Program Paket B;

c. Berusia setinggi-tingginya 21 tahun pada awal tahun pelajaran baru.
d. Memenuhi syarat sesuai ketentuan spesifik program pendidikan sekolah yang dituju.

Pada kondisi khusus jika persyaratan usia masuk SD/SDLB, SMP/SMPLB/, SMA/SMALB, dan SMK tidak dapat dipenuhi maka sekolah diberikan kewenangan untuk mengatur sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat, dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku.

Demikian syarat dan ketentuan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tahun pelajaran 2015/2016. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

PRINSIP-PRINSIP DASAR PENTING BAGI SEKOLAH DALAM PROSES PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru adalah penerimaan peserta didik baru melalui seleksi administrasi dan tahapan seleksi selanjutnya yang dilaksanakan oleh sekolah masing-masing dan jenjang pendidikan masing-masing.

Penerimaan peserta didik baru bertujuan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia yang masih termasuk dalam usia sekolah agar memperoleh layanan pendidikan yang sebaik-baiknya.
Penerimaan peserta didik baru (PPDB) harus berdasarkan:

1. Objektivitas, artinya bahwa penerimaan peserta didik baru maupun perpindahan harus memenuhi ketentuan umum yang diatur di dalam Keputusan Menteri Pendidlkan Nasional Nomor: 0511U17002 tanggal 10 April 2002; dan atau ketentuan lain sesuai peraturan pemerintah;

2.  Transparan, artinya pelaksanaan penerimaan peserta didik baru bersifat terbuka dan dapat diketahui oleh masyarakat terutama orang tua peserta didik, untuk menghindarl penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi;

3. Akuntabilitas, artinya penerimaan peserta didik baru, harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat baik prosedur maupun hasilnya;

4.  Tidak diskriminatif. artinya setiap warga negara yang berusia sesuai umur yang disyaratkan pada suatu pendidikan atau sekolah dapat mengikuti program pendidikan di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa membedakan suku, agama, etnis/ras dan golongan;

5.   Tidak ada penolakan dalam penerimaan peserta didik baru, kecuali daya tamping sekolah terbatas dan waktu yang tidak memungkinkan;

6. Mengutamakan calon peserta didik baru dari lingkungan masyarakat terdekat/sekitar sekolah tanpa pembatasan Nilai Ujian yang dipersyaratkan, terutama bagi jenjang dikdas sebagai implementasi wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun.


Demikian hal-hal penting terkait penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2015/2016. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

DRAFT JADWAL KALENDER PENDIDIKAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Tak terasa, setelah rangkaian Ujian Nasional (UN) jenjang SMP/MTs, SMPA/MA, SMK (sederajat) serta US (Ujian Sekolah) jenjang SD/MI (sederajat) berakhir setelah ujian semester 2 (genap) tahun pelajaran 2014/2015 ini akan berakhir dan akan memasuki tahun pelajaran baru yakini tahun pelajaran 2015/2016.

Berdasarkan draf jadwal Kalender Pendidikan Provinsi Jambi untuk tahun pelajaran 2014/2015 ini akan berakhir pada tanggal 30 Juni 2015. Hari permulaan masuk sekolah fakultatif mulai tanggal 1 Juli 2015 yang mana untuk kegiatan pendidikan di sekolah bersifat fakultatif yang akan berlangsung mulai tanggal 1 s.d 16 Juli 2015 yakni mulainya dibuka penerimaan peserta didik baru (PPDB), penyusunan KTSP, Penyusunan RKS-RKAS, bridging cours / peningkatan pendidikan karakter, pendidikan kesadaran bela negara, pembinaan kepramukaan / PMR / UKS / PKS, penyuluhan / sosialisasi pencegahan penyalahgunaan napza / HIV AIDS, tata kelola lingkungan sekolah, pengenalan sekolah, masa orientasi peserta didik/ MOPDik, dan sebagainya,


Untuk kegiatan peserta didik baru TK/ SD / sekolah bentuk lainnya yang sederajat, berupa pengenalan sekolah; dan di tingkat SMP, SMA, dan SMK / sekolah bentuk lainnya yang sederajat, diselenggarakan kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPDik).

Dan setelah memasuki liburan lebaran Idul Fitri 1436 Hijriyah yang diperkirakan akan jatuh pada tanggal 17 Juli 2015, selanjutnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM Efektif) untuk sekolah-sekolah akan dimulai secara serentak mulai pada hari Kamis, Tanggal 30 Juli 2015.

Dalam penyelenggaraan pendidikan, sekolah menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua). Jumlah hari belajar efektif (HBE) dalam 1 tahun sekurang-kurangnya 200 hari dan sebanyak-banyaknya 245 hari belajar yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.

Dan jumlah hari belajar efektif tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 219 hari kerja dengan rincian pada masing-masing semesternya yaitu pada semester l sebanyak 108 hari kerja dan pada semester 2 sebanyak 111 hari kerja.

Demikian informasi mengenai rencana jadwal kalender pendidikan tahun pelajaran 2015/2016. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

TIPS / CARA MERAWAT KOMPUTER / LAPTOP YANG BAIK DAN BENAR

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Di masa sekarang ini memiliki laptop ataupun komputer PC bukan lagi merupakan barang mewah, akan tetapi merupakan kebutuhan yang biasa dan tentunya kebutuhan wajib seperti halnya makanan pokok yang harus kita konsumsi setiap harinya. 

Terlebih dalam dunia pendidikan saat ini, yang mana hampir semua data saat ini harus diproses melalui kecanggihan komputer, maka lazim pula disebut jaman komputerisasi alias serba komputer.

Seiring dengan kemajuan dari industri perakitan komputer, bahkan saat ini selain laptop, notebook, sistem komputer pun dapat dinikmati pada gadget-gadget mobile. Namun di sini saya akan menyajikan bagaimana cara merawat laptop maupun komputer PC agar tetap awet dan dalam keadaan yang baik-baik saja, sebagai berikut :

1.   Jauhkan dari benda-benda yang berisi cairan untuk menghindari tumpahan air ke perangkat komputer / laptop Anda.

2.   Jangan mengisi daya baterai (charge) terlalu lama karena akan dapat merusak daya tahan baterai laptop itu sendiri. Kira-kira sudah penuh, silahkan dicabut saja charger-nya yang biasanya seringkali lupa ketika akan tidur ataupun bepergian.

3.   Hindari memutar piringan CD maupun DVD yang berdurasi lama, lebih baik copy paste saja file di dalamnya kemudian putar film atau media lain ke memory komputer Anda. Ini bertujuan agar piranti CD room Anda awet dan tahan lama.

4.   Hindari menggunakan game yang memerlukan banyak space memori yang memaksa komputer Anda bekerja ekstra keras / berat. Ini penting agar hardisk awet dan baik-baik saja.

5.   Hapus (uninstall) aplikasi maupun file yang sekiranya tidak penting pada komputer Anda. Sehingga kinerja komputer / laptop Anda selalu prima.

6.   Matikan laptop dengan prosedur yang baik dan benar, yakni tutup seluruh aplikasi aktif lalu pada start menu baru di “shut down”, setelah laptop benar-benar sudah off baru lipat dan tutup laptop Anda dengan hati-hati.

7.   Simpan laptop Anda di tempat yang aman, dan jangan taruh benda yang berat di atasnya.

Selain hal di atas, tentu masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap laptop ataupun perangkat komputer PC Anda agar awet dan tahan lama. Dan yang terpenting lagi jangan lupa sediakan hard disc external khusus untuk cadangan file, yakni lakukan backup  / salinan data yang ada di komputer / laptop Anda ke dalam hard disc untuk antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian tips / cara merawat laptop maupun komputer agar awet dan tahan lama, semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

TIPS / CARA MENGAMBIL PHOTO YANG BAIK AGAR HASILNYA BERKUALITAS BAGUS

Sahabat Edukasi yang berbahagia….

Dalam urusan potret memotret saat ini sudah merupakan hal yang biasa, karena fasilitas kamera hampir ada pada setiap handphone maupun gadget modern lainnya, tanpa mempunyai kamera khusus, asal memiliki mobile yang didukung dengan fungsi kamera, berphoto ria dapat dilakukan kapanpun dan di manapun.

Secara umum, hasil jepetran kamera atau kualitas gambar ditentukan oleh spesifikasi kamera itu sendiri, artinya, semakin bagus (baca, semakin mahal.. :), maka kualitas pun akan semakin baik, selain itu juga pencahayaan yang mendukung objek terlihat harmonis pun menjadi faktor menentukan hasil gambar.


Namun di sini tips jitu yang akan saya bahas adalah teknis bagaimana cara pengambilan gambar yang tentunya dapat dilakukan hampir di semua kamera khusus maupun kamera pada gadget yaitu ketika dalam proses pengambilan photo, yang biasanya dilakukan dengan klik atau menekan pada tombol tertentu, tapi hal yang biasa tersebut ternyata tidak menghasilkan kualitas gambar yang bagus walaupun memotret pada objek diam sekalipun (kata kuncinya, objek diam, tapi yang memotret khan belum tentu diam… :).

Oke, langsung saja, tips jitu dalam mengambil gambar dengan kualitas terbaik adalah dengan menggunakan self timer (photo otomatis dengan selang waktu tertentu) pada kamera tersebut, jadi pengambilan photo dilakukan setelah klik tombol yang biasanya langsung memproses pengambilan gambar, maka dengan self timer, gambar yang diambil selang beberapa detik kemudian setelah tombol potret diklik.

Jadi, saat pengambilan gambar berkemungkinan besar tangan kita dalam kondisi diam, hanya fokuskan saja ke objek, dan gambar yang didapat pun pastinya jauh lebih baik daripada diklik langsung, karena berkemungkinan kamera kita bergerak karena tekanan saat jari klik kita pada kamera ataupun gadget yang kita pegang. Demikian tips jitu pengambilan gambar kamera dengan kualitas terbaik. Semoga bermanfaat bagi semua Sahabat Edukasi di manapun berada… Salam Edukasi…!

SOLUSI DATA / NISN PESERTA DIDIK BARU TIDAK DITEMUKAN PADA VERVAL PD SEKOLAH TUJUAN

Sahabat Operator Dapodik yang berbahagia…

Mekanisme dalam mengeluarkan data peserta didik yang masih aktif dari aplikasi Dapodik tentu saja data peserta didik tersebut harus disesuaikan dengan jenis mutasi, pindah, atau sudah lulus yang akan berdampak pada data anak tersebut pada sekolah lain ataupun pada data di sekolah lanjutannya. Sehingga data peserta didik khususnya yang terkait dengan NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) dapat ditemukan pada VerVal PD sekolah tujuan.

Sehingga, solusi apabila data / NISN peserta didik tidak ditemukan pada Verval PD sekolah tujuan padahal sudah dilakukan input dan sinkronisasi melalui aplikasi Dapodik dimungkinan sebabnya adalah dalam proses mengeluarkan siswa pindah, mutasi, atau lulus dari aplikasi Dapodik sekolah asal belum dilakukan dengan benar.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Bpk. Taufik Lone melalui akun Facebooknya sebagai berikut :

Secara logika ketika siswa pindah sekolah atau mutasi atau lulus, artinya nama siswa tersebut seharusnya tidak lagi berada dalam database sekolah asalnya, maka tugas OPS adalah mengeluarkan data siswa tersebut dari database melalui Aplikasi DAPODIK, kemudian lakukan sinkronisasi, selanjut ketika sekolah tujuan melakukan input siswa baru karena pindah, mutasi atau lulus dari sekolah asal melalui DAPODIK dan di sinkronisasi, siswa tersebut otomatis akan pindah ke database sekolah tujuan.

Apabila prosedur ini tidak dilakukan, maka data peserta didik selamanya akan berada di database sekolah asal di mana siswa tersebut sebetulnya sudah tidak bersekolah di sekolah tersebut.

Yang harus difahami adalah, OPS sebagai pengelola data yang behubungan langsung dengan sumber data harus aktif dan mendapat informasi dinamika peserta didik/siswa, sehingga database sekolah akan selalu terbarukan (up to date).

Syarat data berkualitas adalah data tersebut terbarukan, ter-verifikasi dan valid. Semoga difahami. Terimakasih.

Untuk mengetahui bagaimana cara mengeluarkan peserta didik dengan benar dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

1.   Login pada aplikasi Dapodik sekolah Anda.

2.   Pada tab “Peserta Didik”, pilih salah satu peserta didik yang akan dikeluarkan karena pindah/mutasi, lulus, wafat, dan lain sebagainya.


3.   Lengkapi data dan lakukan sinkronisasi online via aplikasi Dapodik.


4.   Cek pada tab “Peserta Didik Keluar”, jika masih ada kesalahan dan perlu dilakukan perbaikan, silahkan pilih salah satu peserta didik, lalu klik “Batalkan”, dan jangan lupa setelah memperbaiki data-data tersebut silahkan dilakukan sinkronisasi kembali.

Demikian prosedur / cara mengeluarkan siswa pindah, mutasi, atau lulus dari aplikasi dapodik yang benar. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Satu Data Berkualitas…!

Share Artikel Ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More