Google+ www.dadangjsn.blogspot.com Admin haturkan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya pada segenap Siswa-siswi, rekan-rekan Guru / Pendidik, Sahabat maupun Pengunjung secara umum lainnya. Kritik dan saran dari semua pihak sangat diharapkan demi perbaikan situs ini ke depan. Semoga semakin bermanfaat... Salam Edukasi...!

TATA TERTIB PENGAWAS RUANG UN TAHUN 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam setiap pelaksanaan Ujian Nasional, pengawas ruang ujian memiliki peran yang sangat vital dalam kelancaran dan ketertiban dalam penyelenggaraan Ujian Nasional yang berlangsung di seluruh sekolah / madrasah yang telah menyelenggarakan UN.

Pengawas yang berasal dari kalangan guru tersebut tidak mengawasi UN di sekolah ataupun peserta didiknya akan tetapi ditugaskan untuk mengawas di satuan pendidikan penyelenggara UN lainnya (pengawas silang).


Oleh karena itu, untuk mempersiapkan diri dalam memahami tugas yang diamanahkan mengawasi peserta didik dalam mengikuti prosesi Ujian Nasional, berikut saya share Tata Tertib berdasarkan Prosedur Standar Operasional Penyelenggaraan Ujian Nasional (POS UN) Tahun Pelajaran 2014/2015 selengkapnya sebagai berikut :

1. Di Ruang Sekretariat UN

a.   Empat puluh lima (45) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN;
b.   Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;
c.   Pengawas ruang mengisi dan menandatangani pakta integritas di depan ketua Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;
d.   Pengawas ruang menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN, amplop pengembalian LJUN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan UN;
e.   Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan UN dalam keadaan baik di dalam amplop naskah yang masih tersegel.

2. Di Ruang Ujian

Pengawas masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk melakukan secara berurutan:

a.   memeriksa kesiapan ruang ujian;
b.   mempersilakan peserta UN untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta UN dan meletakkan tas di bagian depan ruang ujian, serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
c.   memeriksa dan memastikan setiap peserta UN hanya membawa pensil, penghapus, peraut, dan penggaris yang akan dipergunakan ke tempat duduk masing-masing;
d.   memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup rapat (tersegel), membuka amplop tersebut disaksikan oleh peserta ujian;
e.   membacakan tata tertib peserta UN;
f.    membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik);
g.   kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan;
h.   memberikan kesempatan kepada peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal;
i.    mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia pada LJUN dan naskah soal;
j.    mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUN secara benar;
k.   memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta;
l.    mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah, secara hati-hati agar tidak rusak;
m.  memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir;
n.   mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal;
o.   memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur.
p.   mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal;
q.   Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib:
1)   menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2)   memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan;
3)   melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang UN selain peserta ujian.
4)   menaati larangan berikut: DILARANG merokok di ruang ujian, mengobrol, membaca, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan;
r.    Lima (5) menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit;
s.   Setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN:
1)   mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal;
2)   mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal dan LJUN di atas meja dengan rapi;
3)   mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN;
4)   menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN; bila sudah lengkap mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian;
5)   menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta, satu lembar berita acara pelaksanaan, kemudian DITUTUP, DILEM/DILAK serta DITANDATANGANI oleh pengawas ruang UN DI DALAM RUANG UJIAN;
6)   menyusun naskah soal secara urut dari nomor peserta terkecil termasuk naskah cadangan yang tidak digunakan dan memasukkannya ke dalam amplop naskah soal; serta me-lem amplop naskah tersebut dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah;
7)   menyerahkan amplop LJUN yang sudah dilem dan ditandatangani, dan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan membubuhi stempel Satuan Pendidikan pada amplop pengembalian LJUN tersebut.
8)   menyerahkan naskah soal UN yang sudah dipakai, sudah dilem, dan sudah dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan untuk disimpan di tempat yang aman.


Demikian informasi mengenai Tata Tertib Pengawas Ujian Nasional saat ini, dan untuk melihat Tata Tertib Peserta UN dapat dilihat pada links artikel berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

DOWNLOAD FORMAT FORMULIR PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB / PPDB) TAHUN PELAJARAN 2015-2016

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Menjelang tahun ajaran 2015/2016 ini, kegiatan penerimaan baru pastinya akan mengawali aktivitas di awal tahun ajaran, khususnya bagi rekan-rekan PTK yang kebetulan menjadi panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik pada jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016 tahun ini.

Dalam kesempatan ini saya kembali akan share contoh formulir PSB (Penerimaan Siswa Baru) atau saat ini kita kenal dengan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang kebetulan telah saya buat sedemikian rupa untuk mengakomodir kelengkapan data administrasi dari calon peserta didik baru yang akan terdaftar di sekolah kita nanti.


Format file dari formulir penerimaan siswa baru bagi SD maupun SMP kali ini sengaja saya share dalam format Word ukuran F4, agar file dapat diedit sedemikian rupa, menyesuaikan identitas sekolah maupun pengeditan dalam bagian-bagian lain yang diperlukan, mohon koreksi dari teman-teman edukasi semuanya apabila ditemukan kesalahan untuk segera diperbaiki berdasarkan kebutuhan.

Berikut links download formulir PSB / PPDB untuk jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016.:


Demikian share singkat contoh formulir penerimaan siswa baru untuk jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016. Semoga bermanfaat dan terimakasih.... Salam Edukasi…!

CIRI-CIRI / KRITERIA MARAH YANG BAIK ITU DILANDASI DENGAN RASA KASIH SAYANG, TEPAT WAKTU DAN TEMPATNYA, SERTA TIDAK BERLEBIHAN

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Marah itu manusiawi, di mana terdapat sesuatu hal yang sekirannya tak dapat lagi ditahan oleh seseorang karena sikap ataupun perbuatan dari orang lainnya yang telah dirasa-rasa sangat menjengkelkan hingga bikin sakit hati seringkali membuat kesabaran pun meledak menjadi kemarahan.

Marah / berang / gusar disebabkan karena adanya sesuatu yang membuat seseorang menjadi sangat tidak senang baik karena difitnah, dihina, diperlakukan tidak semestinya / tidak adil, dan sebagainya

Kemarahan pada setiap orang tentu saja berbeda, ada yang lambat marah tapi cepat reda, sebagian lainnya ada yang cepat marah tapi lambat redanya, dan ada yang lambat marah tapi lambat juga redanya. Dari ketiga tipe kemarahan ini, tentu saja marah yang paling baik adalah cepat marah tapi juga cepat reda dalam hal kebenaran dan kebaikan.



Bukan hanya perbuatan seseorang yang dapat memicu kemarahan orang lainnya, bisa juga dalam bentuk tulisan ataupun perkataan (lisan) yang keterlaluan dapat menimbulkan kemarahan bagi korbannya. Boleh saja marah dalam batas-batas tertentu serta tidak melanggar aturan, norma, serta hukum yang berlaku, karena jika kemarahan diluapkan lebih dari kadar permasalahan yang memicu kemarahan maka bisa saja korban justru menjadi pihak yang bersalah.

Saat marah pun kita harus benar-benar mempertimbangkan, sudah layakkah saat ini marah?, apa resikonya?, apa keuntungannya?, dan apakah waktu dan tempatnya sudah tepat untuk marah?, dan lain-lain. Hal ini akan membuat marah yang terarah, marah untuk membela diri, marah yang baik tentu saja marah yang dilandasi dengan rasa kasih dan sayang di mana marah yang konstruktif tidak akan membawa masalah semakin meruncing, akan tetapi semakin menumpulkannya, serta tidak membuat bara api semakin membara, akan tetapi mengecilkan hingga memadamkankannya dengan cara-cara bijak, tindakan dan kalimat yang tegas, dan tentu saja tidak mendramatisir pemicu permasalahan tersebut (selalu berpikir logis, analistis, sistematis, dan juga etis) hingga berhasil membuat si pemicu kemarahan tersadar untuk kembali ke jalan yang benar.

Semoga kita semua senantiasa selalu mendapatkan bimbingan dan perlindungan-Nya dari bahaya marah yang berlebihan serta dikaruniakan kesabaran dalam menerima dengan ikhlas setiap permasalahan yang ada sembari berusaha secara optimal dalam mencari solusi dan menyelesaikannya dan sebisa mungkin tanpa dibarengi dengan marah. Aamiin… Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

SALAH SATU TUJUAN UTAMA PENDIDIKAN NASIONAL, MEMBENTUK SISWA BERKARAKTER PANCASILA

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini mengambil tema “Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”. Gerakan Pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, saat memberikan pidato pada Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2015, di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Sabtu (2/5/2015).

Mendikbud mengungkapkan, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepad Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. “Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional,” ujarnya.

Mendikbud berpendapat, untuk menumbuhkembangkan potensi anak didik berkarakter Pancasila tersebut memerlukan karakter pendidik dan suasana pendidikan yang tepat. Sekolah, kata dia, sebaiknya seperti yang disebut oleh Ki Hadjar Dewantara sebagai “Taman” di mana taman adalah tempat yang menyenangkan. “Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati,” tuturnya.


Mendikbud menjelaskan, sekolah yang menyenangkan memiliki berbagai karakter. Pertama, kata dia, sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, dan siswa dalam proses belajarnya dan kedua adalah sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan. Dia mengatakan, karakter selanjutnya adalah sekolah yang pemberlajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, di mana masing-masing siswa diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya. “Karakter terakhir adalah sekolah yang pemberlajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya,” ucapnya.

Mendikbud mengimbau, pada Hardiknas tahun ini, setiap satuan pendidikan berupaya mengembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara dimana sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar, kata dia, dapat membuat para pendidik merasakan mendidik para siswa sebagai sebuah kebahagiaan dan membuat para peserta didik merasakan belajar juga sebagai sebuah kebahagiaan. “Pendidikan yang menumbuhkembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan berkarakter Pancasila,” katanya.

Mendikbud menekankan, ikhtiar untuk memajukan pendidikan Indonesia hanya akan terwujud apabila semua pihak bekerja keras dan membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Pendidikan, kata dia, bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan melainkan urusan dan tanggung jawab semua pihak dalam memajukan pendidikan Indonesia. “Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia,” pungkasnya. (Agi Bahari)

JADWAL PILOT DIO (DIKLAT INTERAKSI ONLINE) TAHUN 2015 PADAMU NEGERI

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional. Kami informasikan jadwal Pilot Diklat Interaksi Online yang akan diselenggarakan pada 20 Mei - 20 Juni 2015.

Pelaksanaan Pilot DIO 2015 bagi Guru akan menyediakan > 10 (sepuluh) kelas virtual dengan berbagai mata pelajaran secara simultan yang disediakan oleh 9 P4TK. Ditargetkan total peserta Pilot DIO 2015 sebanyak 2000 Guru se-Indonesia. Sesi minggu pertama dimulai 20 Mei 2015.



Situs Layanan PADAMU DIO di: http://dio.siap.id Salam Padamu Negeri Indonesiaku. = SATU SISTEM MULTI SOLUSI =

Sumber : Padamu Negeri

FUNGSI / MANFAAT DIO (DIKLAT INTERAKSI ONLINE) PADAMU NEGERI

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Indonesia memiliki 3 juta Guru yang harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya seiring dengan perkembangan jaman secara berkelanjutan. Diperlukan terobosan baru untuk dapat mempercepat banyaknya jumlah guru yang dididik dan dilatih secara berkesinambungan namun dengan anggaran yang efisien. 

Pendidikan dan Pelatihan secara Online menjadi salah satu pilihan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PKB) dengan berbagai manfaat sebagai berikut:

1.  Akses yang lebih luas. Penyelenggara pelatihan seperti P4TK dapat menyediakan akses pengembangan profesional lebih luas bagi lebih banyak guru.

2.   Berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Interaktivitas dari kelas online yang dilakukan oleh tim P4TK Matematika sesuai klaim mereka, berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Modul online dapat dievaluasi dari waktu ke waktu, diperbaiki dan disesuaikan untuk pemanfaatan berikutnya.

3.   Penyampaian yang fleksibel. Pelatihan disampaikan dengan lebih fleksibel dalam bentuk online secara penuh maupun hybrid, dengan berbagai skenario (misalnya belajar berkelompok dalam KKG/MGMP atau belajar secara mandiri).

4.  Penggunaan yang meluas ke ruang kelas. Guru akan dapat memanfaatkan material online di ruang kelas mereka untuk para siswa.

5.   Pemanfaatan teknologi. Ketika mengikuti pembelajaran online, guru akan belajar juga dalam memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan, menemukan, mengembangkan dan mempublikasikan pengetahuan dan informasi.
Dengan berbagai manfaat tersebut diatas, maka Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Peningkatan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana untuk mengujicobakan pelatihan online yang masif, terstruktur, sistematis, efisien dan berkualitas serta diakui sebagai bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).


SURAT EDARAN PADAMU NEGERI TENTANG SYARAT NUPTK SEMESTER 2 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Seiring dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015, Kepala BPSDMPK menerbitkan Surat Edaran perihal Kebijakan Persyaratan Penerbitan NUPTK terbaru sebagai berikut:

Bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah yang belum memiliki NUPTK dapat memperoleh NUPTK dengan persyaratan sebagai berikut:
1.   Guru dan Pengawas Sekolah berstatus PNS:

a.  Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
b.   Memiliki SK ketetapan CPNS/PNS

2.   Guru bukan PNS di sekolah negeri dengan persyaratan berikut:

a. Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
b. Memiliki SK pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur dan menyatakan bahwa pembayaran Gaji berasal dari APBD Provinsi/Kabupaten/Kota setempat.

3.   Guru bukan PNS pada sekolah swasta dengan persyaratan sebagai berikut:
a.   Memiliki kualifikasi akademik Sarjana (S-1) atau Diploma Empat (D4) dari LPTK/PT Negeri yang memiiiki program studi terakreditasi, bagi LPTK/PT Swasta dibuktikan dengan surat keterangan akreditasi dari kopertis setempat.
b.   Berstatus sebagai Guru Tetap Yayasan (GTY) dibuktikan dengan SK pengangkatan seabgai guru tetap dari penyelenggara pendidikan (Guru Tetap Yayasan/GTY) minimum 2 (dua) tahun secara terus menerus dihitung sampai bulan Januari 2015 dengan ketentuan SK tidak berlaku surut (contoh SK tertanggal tahun 2014 menjelaskan masa kerja tahun 2012).

Proses pengajuan hingga penerbitan NUPTK baru dimaksud sepenuhnya melalui aplikasi Padamu Negeri. Demikian info update terkait dengan syarat penerbitan NUPTK baru di semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 yang admin share dari laman Padamu Negeri. Semoga bermanfaat dan terimakasih…

SAMBUTAN MENDIKBUD RI PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL 2 MEI 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Berikut salinan lengkap dari Sambutan / Pidato Mendikbud RI pada peringatan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional) tahun 2015 yang akan diperingati secara nasional pada hari Sabtu, tanggal 2 Mei 2015 dengan tema “Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila” :

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Di hari yang membahagiakan ini, ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, kita panjatkan puji dan syukur atas izin, rahmat, dan karunia-Nya, kita semua berkesempatan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional ini.

Di Hari Pendidikan Nasional ini, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan apresiasi pada semua pihak, pada semua pelaku pendidikan di mana pun berada, yang telah mengambil peran aktif untuk mencerdaskan saudara sebangsa. Untuk para pendidik di semua jenjang, yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia berkarakter mulia, yang mampu meraih cita-cita dan menjadi pembelajar sepanjang hidup, terimalah salam hormat dan apresiasi dari kita semua.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang mulia,

Republik tercinta ini digagas oleh anak-anak muda terdidik dan tercerahkan. Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern. Sebuah negara yang berakar pada adat dan budaya bangsa nusantara, beralaskan semangat gotong royong, tetapi tetap mengedepankan dan menumbuhkembangkan prinsip kesejajaran dan kesatuan sebagai sebuah negara modern.

Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika. Dunia terpesona pada Indonesia, tidak saja karena keindahan alamnya, atau keramahan penduduknya, atau keagungan budayanya, tetapi juga karena deretan orang-orang terdidiknya yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual.

Indonesia adalah negeri penuh berkah. Di tanah ini, setancapan ranting bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang. Alam subur, laut melimpah, apalagi bila melihat mineral, minyak, gas, hutan, dan semua deretan kekayaan alam. Indonesia adalah wajah cerah khatulistiwa. Namun, kita semua harus sadar bahwa aset terbesar Indonesia bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan, ataupun segala macam hasil bumi; aset terbesar bangsa ini adalah manusia Indonesia. Tanggung jawab kita sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa. Jangan sesekali kita mengikuti jalan berpikir kaum kolonial di masa lalu. Fokus mereka, kaum colonial itu, adalah pada kekayaan alam saja dan tanpa peduli pada kualitas manusianya. Kaum kolonial memang datang untuk mengeruk dan menyedot isi bumi Nusantara, menguras hasil bumi Nusantara. Karena itu, mereka peduli dan tahu persis data kekayaan alam kita, tetapi mereka tidak pernah peduli dengan kualitas manusia di Nusantara.

Kini kita sudah 70 tahun merdeka. Kemerdekaan itu bukan hanya untuk menggulung kolonialisme, melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai kita hanya tahu tentang kekayaan alam, tetapi tidak tahu kualitas manusia di negeri kita. Kita harus berkonsentrasi pada peningkatan dan pengembangan kualitas manusia. Kita tidak boleh mengikuti jalan berpikir kaum kolonial yang terfokus hanya pada kekayaan alam, tetapi--sekali lagi saya tegaskan melupakan soal kualitas manusia.

Mari kita jawab, tahukah kita berapa jumlah sekolah, jumlah guru, jumlah siswa, jumlah perguruan tinggi di daerah kita? Tahukah kita berapa banyak anak-anak di wilayah kita yang terpaksa putus sekolah? Tahukah kita tentang kondisi guru-guru di sekolah yang mengajar anak-anak kita? Tahukah kita tentang tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dan guru untuk memajukan sekolahnya?

Lebih jauh lagi, berjuta jumlahnya putra-putri Indonesia yang kini telah berhasil meraih kesejahteraan. Pada kita yang telah sejahtera itu, jelas terlihat bahwa pendidikan adalah hulunya. Karena pendidikanlah, maka terbuka peluang untuk hidup lebih baik.

Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang jauh lebih baik. Pertanyaannya, sudahkah kita menengok sejenak pada dunia pendidikan yang telah mengantarkan kita sampai pada kesejahteraan yang lebih baik?

Pernahkah kita mengunjungi sekolah kita dulu? Pernahkah kita menyapa, bertanya kabar dan kondisi, serta berucap terima kasih pada guru-guru yang mendidik kita dulu? Bagi kita yang kini berkiprah di luar dunia pendidikan, mari kita luangkan perhatian. Mari ikut terlibat memajukan pendidikan. Mari kita ikut iuran untuk membuat generasi anak-anak kita bisa meraih yang jauh lebih baik dari yang berhasil diraih oleh generasi kita ini. Dan, iuran paling mudah adalah kehadiran. Datangi sekolah, datangi guru, datangi anak-anak pelajar, lalu terlibat untuk berbagi, untuk menginspirasi, dan terlibat untuk ikut memajukan dunia pendidikan kita.

Bapak, Ibu, dan Hadirin yang berbahagia,

Wajah masa depan kita berada di ruang-ruang kelas, memang. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung jawab membentuk masa depan itu hanya berada di pundak pendidik dan tenaga kependidikan di institusi pendidikan. Secara konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara. Namun, secara moral, mendidik adalah tanggung jawab setiap orang terdidik. Mengembangkan kualitas manusia Indonesia harus dikerjakan sebagai sebuah gerakan bersama. Semua harus ikut peduli, bahu-membahu, saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan.

Oleh karena itu, Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini kita mengambil tema ‘Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’.

Kata kunci dari tema tersebut adalah “Gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar kolektif seluruh bangsa. Karena itu, pendidikan tidak bisa dipandang sebagaisebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan  seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis peduli, dan ormas/LSM mengorganisasi. Berbeda dengan sekadar “program” yang “perasaan memiliki atas kegiatan” hanya terbatas pada para pelaksana program, sebuah “gerakan” justru ingin menumbuhkan rasa memiliki pada semua kalangan. Mari kita ajak semua pihak untuk merasa peduli, untuk merasa memiliki atas problematika pendidikan agar semua bersedia menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyelesaikan problematika itu.

Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar mengembalikan kesadaran tentang pentingnya karakter Pancasila dalam pendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional kita.

Menumbuhkembangkan potensi anak didik seperti itu memerlukan karakteristik pendidik dan suasana pendidikan yang tepat. Di sinilah Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi amat relevan untuk mengingatkan kembali tentang karakteristik pendidik dan suasana pendidikan.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional ini tidak bisa dilepaskan dari sosok Ki Hadjar Dewantara, yang pada tanggal 2 Mei merupakan hari kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia itu. Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman merupakan tempat belajar yang menyenangkan. Anak datang ke taman dengan senang hati, berada di taman juga dengan senang hati, dan pada saat harus meninggalkan taman, maka anak akan merasa berat hati. Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita mejadi tempat belajar yang menyenangkan?

Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter, di antaranya adalah sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya; sekolah yang pembelajarannya relevan dengan kehidupan; sekolah yang pembelajarannya memiliki ragam pilihan dan tantangan, di mana individu diberikan pilihan dan tantangan sesuai dengan tingkatannya; sekolah yang pembelajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya.

Di hari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana belajar yang membuat para pendidik merasakan mendidik sebagai sebuah kebahagiaan. Sebuah wahana belajar yang membuat para peserta didik merasakan belajar sebagai sebuah kebahagiaan. Pendidikan sebagai sebuah kegembiraan. Pendidikan yang menumbuh-kembangkan potensi peserta didik agar menjadi insane berkarakter Pancasila.

Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud apabila kita semua terus bekerja keras dan makin membuka lebar-lebar partisipasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam pendidikan. Mulai hari ini, kita harus mengubah perspektif bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua.

Mari kita teruskan kerja keras, kerja bersama ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Mahakuasa, selalu membimbing kita agar dapat meraih dan melampaui cita-cita bangsa kita tercinta. Amin.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Download Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudaan Republik Indonesia dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2015 dengan klik di sini… Dan untuk downloa Pedoman Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2015 selengkapnya dapat diunduh pada links artikel berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Sumber referensi artikel : Kemdikbud RI

CONTOH SK PANITIA UJIAN SEKOLAH & UJIAN NASIONAL (UN) TAHUN 2015 FORMAT WORD

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan yang terkait program pendidikan di sekolah tentu saja diperlukan adanya dasar pelaksanaan tugas, yakni surat keputusan dari kepala sekolah, surat pembagian tugas, surat penunjukkan / penyusunan panitia tertentu, ataupun surat penetapan lainnya yang dibubuhi stempel dan ditandatangi oleh kepala sekolah bersangkutan.

Tak terkecuali dalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 kali ini, tentu dalam setiap sekolah dibentuk Panitia Pelaksana Ujian Nasional di sekolah bersangkutan. Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini saya akan share contoh SK Penyusunan Panitia Pelaksana Ujian Sekolah dan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015.


Sekedar sebagai pengingat bagi kita semua bahwasannya dalam rangkaian penyelenggaran Ujian Sekolah hingga Ujian Nasional tahun pelajaran 2014/2015 ini, dasar hukum yang menjadi acuan kita adalah Permendikbud Nomor 5 Tahun 2015 tentang kriteria kelulusan peserta didik, penyelenggaraan Ujian Nasional, dan penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan kesetaraan pada SMP/MTs atau yang sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang sederajat serta Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0031/P/BSNP/III/2015 tentang Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015.

Untuk download contoh file SK Penunjukkan Panitia Ujian Nasional Tahun 2015 ini, dapat diunduh selengkapnya pada links berikut. Untuk hasil print out SK Panitia Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah ini, silahkan cetak pada ukuran kertas F4, dan tentunya contoh SK ini berformat Word sehingga sebagian isinya dapat disesuaikan berdasarkan keadaan maupun kebijakan di sekolah Anda. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

TEMA HARDIKNAS TAHUN 2015 “PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEBAGAI GERAKAN PENCERDASAN DAN PENUMBUHAN GENERASI BERKARAKTER PANCASILA”

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Adapun tema pada peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 ini adalah "Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila".

Terkait dengan hal tersebut, Kemendikbud telah menerbitkan pedoman pelaksanaan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang ditujukan kepada seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi/kabupaten/kota, rektor perguruan tinggi negeri/swasta, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015.


5 (lima) poin utama yang disampaikan Mendikbud dalam surat edaran Nomor 0379/MPK.F/LL/2015 Perihal Penyelenggaraan Upaca Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 disampaikan hal-hal sebagai berikut :

1.   Upacara bendera memperingati Hari Pendidikan Nasional secara nasional dilaksanakan pada :
-        hari, tanggal : Sabtu, 2 Mei 2015
-        pukul : 08.00 waktu setempat
-        sifat upacara : Tertib. Khidmat, dan Sederhana
-        tempat upacara : Lapangan Upacara (terbuka)

2.   Adapun tema pada peringatan Hari Pendidikan Nasionai Tahun 2015 adalah "Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generals! Berkarakter Pancasila"

3.  Kepada seluruh pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota, kepala perwakilan Indonesia di luar negeri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi/kabupaten/kota, rektor perguruan tinggi negeri/swasta, Kepala Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar menyelenggarakan upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2015

4.  Untuk lebih menyemarakkan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 diharapkan masing-rnasing instansi memasang spanduk dengan tema tersebut di atas dan melaksanakan kegiatan yang mendukung peningkatan mutu pendidikan dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan.

5.  Untuk lebih memupuk rasa patriotisme, selain mengadakan upacara bendera, panitia nasional peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015 akan melakukan ziarah ke makam Ki Hajar Dewantara di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berkenaan dengan itu, dihimbau kiranya Gubernur dan Bupati/Walikota juga berkenan melakukan ziarah ke taman makam pahlawan di wilayah masing-masing.


Selanjutnya disampaikan Kemdikbud terkait pedoman upacara bendera peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2015. Untuk download Petunjuk Teknis / Pedoman Upacara Bendera Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015, silahkan klik pada links berikut… Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

KEMENDIKBUD DORONG PENAMBAHAN SMK DAN MELANJUTKAN PENDIDIKAN YANG LEBIH TINGGI, PROSES PEMBELAJARAN SMA JADI 5 SEMESTER

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Pada masa sekarang ini, akses pendidikan sedang terus diupayakan pemerintah untuk menjangkau di seluruh penjuru negeri, seperti halnya salah satu program prioritas Kemendikbud dengan terus menambah jumlah SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) khususnya di daerah Papua.

"SMK tidak saja sekadar menjadi tempat pelatihan dan mendidik anak-anak. SMK ke depan, akan dijadikan sebagai pusat pengembangan dan distribusi kemajuan bagi masyarakat setempat. Bagian pemerintah untuk membantu menyiapkan infrastrukturnya," beber Mendikbud Anies Baswedan di Jakarta, Rabu (29/4).

Lanjutnya, ketika mendirikan sebuah SMK Pertanian bukan hanya sekadar mendidik anak-anak agar mengerti dan menguasai ilmu di bidang pertanian saja. Tetapi SMK Pertanian tersebut diharapkan dapat menjadi tempat para petani dan pihak-pihak lainnya yang terlibat di bidang pertanian untuk bertukar pikiran, mencari perubahan teknologi, dan lain-lain. "Jadi tempat ini centre for change, bukan sekadar centre for training," ujarnya.

Mendikbud mengungkapkan, sebanyak 55 sampai 60 persen siswa di Indonesia yang lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Ke depan, kata dia, proses pembelajaran seluruh mata pelajaran untuk jenjang SMA akan diselesaikan selama lima semester dan di awal semester enam akan dilaksanakan ujian baik ujian nasional maupun ujian sekolah.

Diharapkan dengan pola tersebut siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya dapat menyiapkannya dengan baik. Bagi siswa yang tidak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya akan dipersiapkan pelatihan khusus oleh negara sesuai minat siswa tersebut.

"Dengan begitu anak-anak kita tidak dipaksa untuk kemudian lulus enam semester malah bingung mau melakukan apa sesudah itu," tandasnya. (esy/jpnn)

Share Artikel Ini

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More